Project Description

Esaunggul.ac.id, Film berjudul When You Lost and Lose, sebuah karya membanggakan dari tiga mahasiswa Universitas Esa Unggul, yakni Lisa Aprilia Victory (20180508048) jurusan Broadcasting, Ahmad Fazri (20161002035) Jurusan Desain Komunikasi Visual, dan Ibnu Hasan (201525074) Jurusan Desain Komunikasi Visual, berhasil meraih Anugerah Angsa Emas UI Film Festival 2019.

Produser Film When You Lost and Lose, Lisa Aprilia Victory menerangkan Film ini terinspirasi dari aksi Kamisan yang selama ini dilakukan oleh para keluarga korban penghilangan paksa dan penculikan 98 di depan Istana. Dirinya pun sangat tertarik untuk menuangkan idenya terkait peristiwa tersebut ke dalam sebuah karya Film.

“Jadi Film ini terinspirasi dari para korban tragedi 98, dalam hal ini bercerita tentang Mawar, merindukan suaminya yang diculik pada tahun 1998. Selama 21 tahun, Mawar selalu merasa sendiri. Ia tak pernah sadar, sang suami selalu berada didekatnya melalui bentuk yang lain,” ucap Lisa Beberapa waktu yang lalu.

Lisa pun menambahkan proses pembuatan Film ini memakan waktu dua bulan dari pra-produksi hingga Pasca produksi. Untuk Pra-Produksi, Lisa melanjutkan dilaksanakan sekitar satu bulan yang dimulai dengan pembuatan ide cerita, pencarian lokasi,mencari donatur, pencarian alat- alat yang dibutuhkan. Untuk Pasca produksi, dirinya mengatakan memerlukan waktu 1 bulan setengah mulai dari proses editing offline dan online.

“Proses pembuatan film ini menghabiskan waktu selama dua bulan setengah dengan sejumlah perhitungan mulai dari Pra Produksi hingga Pasca Produksi, Proses Shootingnya sendiri dilakukan selama satu hari di daerah Tangerang, dan banyak sekali pengalaman baru yang saya dan tim rasakan dalam proses ini,” ucapnya.

Sejumlah kendala pun dihadapi dalam pembuataan Film When You Lost and Lose, mahasiswi semester tiga ini meneruskan Kendala yang hadapi oleh dirinya dan tim seperti lokasi Shooting Outdoor yang tidak memiliki kepastian terkait cuaca, kemudian masalah Equipment Shooting hingga tenggat waktu yang sangat sempit.

“Untuk mengatasi kendala di lapangan, Tim kami mendapatkan support dari BSM Entertaiment untuk masalah peralatan Shooting hingga kami juga harus memaksimalkan waktu pada proses shooting, selain itu dalam pengerjaan audio post, Tim juga bekerja sama dengan Worldwide Music dengan music directornya Budi Kristanda sehingga musik yang dihasilkan sungguh luar biasa keren. ” ucapnya.

Hasil dari kerja keras yang dirinya dan tim lakukan tidak sia-sia, When You Lost and Lose berhasil mendapatkan Anugrah Angsa Emas UI Film Festival 2019 dan mengalahkan sejumlah kandidat film lainnya. Dari hasil penilaian dewan Juri, lanjut Lisa, Filmnya secara cerdas memvisualkan sebuah emosi yang matang dan penuh perhitungan. Penceritaan taktis dan keterusterangannya menyentuh langsung problem yang melingkupi topik hak asasi manusia yang disoroti.

Lisa pun berharap dengan pencapian yang diraih dirinya dan timnya mampu menjadi cambuk penyemangat untuk menghasilkan sejumlah karya yang luar biasa dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat dan tentunya Film WYLAL ini mampu dinikamti oleh khalayal luas. “Kami berharap film When You Lost and Lose akan menemukan penontonya” tutupnya.